Gaya Kepemimpinan Seorang Pemimpin

Menulis dokumen penting di meja kerja, kejar deadline, tampak stres dan lelah, ilustrasi yang menggambarkan tekanan dan kesibukan dalam pekerjaan kantor.
Menulis dokumen penting, stres di kantor, ilustrasi pekerja sibuk dan lelah, sesuai kata kunci dunia tulis untuk kebutuhan profesi dan produktivitas.


Gaya Kepemimpinan Seorang Pemimpin


Gaya kepemimpinan seorang pemimpin sangat menentukan atmosfer suatu kelompok yang dipimpinnya. Kita ambil contoh, bila seorang pemimipin itu otokratis yang suka memarahi para anggota bawahannya saat bawahannya melakukan kesalahan dalam bekerja, maka besar kemungkinan atmosfer yang terlihat adalah ketegangan/kekakuan para anggotanya ketika sedang melakukan pekerjaan. Memang ada dampak baik dari gaya kepemimpinan tersebut, seperti anggota bekerja dengan serius dan bertanggungg jawab, anggota yang bertahan akan lebih loyal, anggota kelompok itu lebih mengutamakan kepentingan atau kebutuhan pimpinannya. Bila seorang pemimpin itu demokratis yang suka memberikan kesempatan bagi anggotanya untuk menyuarakan kritik dan pendapat, maka suasana yang terlihat adalah mencairnya keadaan karena hubungan yang akrab antara pemimpin dan anggota. Begitu juga dengan gaya kepemimpinan lainnya, apa pun jenis gaya kepemimpinan yang diterapkan di suatu kelompok pasti akan menentukan atmosfer kelompok itu.

a.      
Gaya kepemimpinan Otokratis.

Gaya kepemimpinan Otokratis sering di-sama-arti-kan sebagai kepemimpinan terpusat di dalam diri pemimpin, atau gaya direktif. Gaya ini ditandai dengan sangat banyaknya petunjuk dari pemimpin, dan sangat terbatasnya bahkan sama sekali tidak adanya peran serta anak buah dalam perencanaan dan pengambilan keputusan. Pemimpin secara sepihak menentukan bagaimana pekerjaan harus dilakukan oleh bawahan, atau tidak memberikan kebebasan bawahan melakukan pekerjaannya.

 

Yang menonjol dalam gaya kepemimpinan otokratis adalah pemberian perintah, perintah pemimpin kepada bawahan yang tidak bisa disangkal.

 

Pemimpin otokratis adalah seseorang yang memerintah dan me-nghendaki kepatuhan. Segala cara kegiatan yang akan dilakukan semata-mata diputuskan oleh pemimpin. Ia memerintah ber-dasarkan kemampuannya untuk mem-berikan hadiah serta men-jatuhkan hukuman.

 

Adapun ciri-ciri kepemimpinan otokratis adalah sebagai berikut:

1.        
Wewenang mutlak terpusat pada pemimpin;

2.        Keputusan selalu dibuat oleh pemimpin;

3.        Kebijakan selalu dibuat oleh pemimpin;

4.        Komunikasi berlangsung satu arah dari pimpinan kepada bawahan;

5.        Pengawasan terhadap sikap, tingkahlaku, perbuatan atau kegiatan para bawahannya dilakukan secara ketat;

6.        
Tidak ada kesempatan bagi bawahan untuk memberikan saran pertimbangan dan pendapat;

7.        Lebih banyak kritik dari pada pujian; menuntut prestasi dan kesetiaan dari bawahan tanpa syarat, dan cenderung adanya paksaan, ancaman dan hukuman;

b.      Gaya kepemimpinan Demokratis

Gaya kepemimpinan demokratis adalah kemampuan mem-pengaruhi orang lain agar bersedia bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan cara berbagai kegiatan yang akan dilakukan ditentukan
bersama antara pemimpin dan bawahan.

Gaya ini kadang disebut juga gaya kepemimpinan yang terpusat pada anak buah, kepemimpinan dengan kesederajatan, ke-pemimpinan kosultatif atau partisipatif. Pemimpin berkonsultasi dengan anak buah untuk merumuskan tindakan keputusan bersama.

Adapun ciri-ciri kepemimpinan otokratis adalah sebagai berikut:

1.     
Wewenang pemimpin tidak mutlak;

2.      Pemimpin bersedia melimpahkan wewenang kepada bawaha;

3.     Keputusan dan kebijakan dibuat bersama antara pimpinan dan bawahan;

4.     
Komunikasi berlangsung secara timbal balik, baik yang terjadi antara pimpinan dan bawahan maupun sesama bawahan;

5.     Pengawasan terhadap, tingkah laku, perbuatan atau kegiatan para bawahan dilakukan secara wajar;

6.     
Prakarsa dapat datang dari pimpianan maupun bawahan;

7.     Banyak kesempatan bagi bawahan untuk menyampaikan saran, pertimbangan atau pendapat; tugas-tugas kepada bawahan diberikan dengan lebih bersifat permintaan dari pada instruksi;

8.     
Pimpinan dan bawahan saling menghormati dan saling percaya;

 

Mungkin Anda juga menyukai

error: Content is protected !!