Gaya Kepemimpinan Seorang Pemimpin

c.
Gaya kepemimpinan Delegatif
Gaya kepemimpinan delegatif adalah gaya seorang pemimpin memipin dengan tidak memberikan arahan kepada bawahan harus berbuat apa untuk melakukan suatu pekerjaan, keputusan itu diserahkan kepada bawahan itu sendiri. Gaya kepemimpinan ini juga bisa diartikan sebagaia gaya kepemimpinan yang dilakukan oleh seorang pemimpin kepada bawahannya yang memiliki kemampuan, agar dapat menjalankan kegiatannya yang untuk sementara waktu tidak dapat dilakukan oleh pemimpin dengan berbagai sebab. Diharapkan anggota organisasi dapat menyelesaikan per-masalahannya sendiri.
d.
Gaya kepemimpinan Laissez Faire[1]:
Gaya kepemimpinan ini mendorong kemampuan bawahan untuk mengambil inisiatif.
Kurang control dan interaksi yang dilakukan oleh pemimpin, sehingga gaya ini hanya bisa berjalan apa bila bawahan memperlihatkan tingkat kompetensi dan keyakinan akan mengejar tujuan dan sasaran cukup tinggi.
Dalam gaya kepemimpinan ini, pemimpin sedikit sekali menggunakan kekuasaannya atau sama sekali membiarkan bawahan berbuat sesuka hatinya.
Pada sisi lain, pemimpin dengan gaya seperti ini juga dapat melibatkan lemahnya koordinasi dari kebijakan pemerintahan, di mana di mana para bawahan memiliki banyak ruang untuk mengejar kepentingan-kepentingan dan inisiatif-inisiatif mereka sendiri.
Berikut cirri-ciri gaya kepemimpinan Laissez Faire:
·
Bawahan diberikan kelonggaran atau fleksibel dalam melaksanakan tugas-tugas, tetapi dengan hati-hati diberi batasan serta berbagai prosedur atau para bawahan diberi tanggung jawab yang lebih besar.
·
Bawahan yang telah berhasil menyelesaikan tugas-tugasnya diberikan hadiah atau penghargaan, di samping adanya sanksi-sanksi bagi mereka yang kurang berhasil, sebagai dorongan;
·
Hubungan antara atasan dan bawahan dalam suasana yang baik secara umum manajer bertindak cukup baik;


Komentar Terbaru