Mampukah AMSP2-KN Mengungkap?
oleh · Dipublikasikan · Di update

Gunungsitoli, DuniaKuTulis-Beberapa Ormas dan LSM di Kepulauan Nias menggabungkan diri dalam Aliansi Masyarakat Sipil Pemerhati Pembangunan Kepulauan Nias (AMSP2-KN) dan bertindak mengatasnamakan warga nias mempertanyakan mutu pembangunan jalan yang menghubungkan Kota Gunungsitoli dengan Kota Telukdalam. Tanda kekesalan AMSP2-KN atas mutu pembangunan jalan ini awalnya dengan mengirimkan krans bunga di halaman kantor B2PJN (Balai Besar Pengelola Jalan Nasional) PPK 3,5 Perwakilan Kepulauan Nias. Hingga kini AMSP2-KN terus menyuarakan kritik mereka terhadap proyek yang ditangani PPK 3.5/B2PJN. Bukti yang diperoleh AMSP2-KN terkait mutu pembangunan jalan yang mereka pelajari dan nilai kurang sesuai dengan perencanaan awal mereka bawa saat audiensi dengan PPK 3.5/B2PJN.
Dana preservasi jalan yang dipertanyakan AMSP2-KN pun dalam beberapa pemberitaan tidak menyebutkan secara tegas/pasti terkait besaran nilai dana preservasi jalan tersebut. Dalam pemberitaan beberapa media online ada beberapa macam besaran nilai dana preservasi jalan yang ditangani PPK 3.5. Media online Mitratnipolri.com menyebutkan nilai anggaran preservasi jalan ini kurang lebih 14 (empat belas) Miliar Rupiah[1]. Sementara itu, Media Onlien postnewstv.com[2] menyebutkan dalam pemberitaannya besar nilai anggaran preservasi jalan ini senilai kurang lebih 17 (tujuh belas) Miliar Rupiah. Begitu juga Media Onlie sumut.wahananews.co[3] menyebutkan nilai anggaran yang sama. Sedangkan Media Online medanbisnisdaily.com[4], menyebutkan dalam pemberitaanya dana untuk proyek jalan nasional yang menghubungkan Gunungsitoli-Teluk Dalam seniali sekitar Rp 16,5 Miliar.
Besar maupun kecil dana suatu program pemerintah haruslah mampu diwujudkan dengan kualitas yang baik. Apalagi bila program pembangunan ruas jalan yang akan dilakukan. Bila kualitas jalan tersebut cepat rusak akan mengakibatkan kerugian negara dan berakibat pada keselamatan warga sekitar dan pertumbuhan ekonomi. Kualitas atau mutu inilah yang terus dipertanyakan atau dikrikit oleh AMSP2-KN. AMSP2-KN mencurigai ada indikasi korupsi dana proyek pembangunan jalan Kota Gunungsitoli-Teluk Dalam, dan juga mencurigai adanya konspirasi antara PPK 3.5/B2PJN dengan PT. Satu Tiga Mandiri yang jadi pelaksana pekerjaan tersebut. AMSP2-KN disetiap aksi mereka selalu menyuguhkan kepada warga net terkait kondisi jalan yang mereka anggap “bobrok”. Tentu warga mengharapkan ini bukan hanya sebatas argumen yang dangkal semata tetapi harus dibuktikan dengan pemeriksaan dokumen perencanaan dan pelaksanaan proyek jalan ini.
Alih-alih memperjelas di mata warga di kepulauan Nias ada apa di balik kualitas proyek pembangunan jalan yang dianggap “bobrok” oleh AMSP2_KN. Perhatian publik lebih menarik ke arah pertengkaran antar suku. Pernyataan Firman Hutauruk dalam cuplikan video yang beredar di media sosial mengucapkan kata “muak” terus digulirkan ke arah itu. Bahkan para tokoh-tokoh masyarakat suku Nias, politisi, mahasiswa, aktvis bermunculan mengecam pernyataan itu. Mempermasalahkan kata “muak” seakan menjadi obyek utama sorotan AMSP2-KN. Akankah AMSP2-KN yang mengatasnamakan masyarakat Nias mampu memperjelas di mata masyarakat Nias ada apa di balik proyek jalan penghubung Kota Gunungsitoli-Teluk Dalam yang mereka anggap “bobrok” itu?
[1] https://mitratnipolri.com/2021/10/14/jauh-dari-kata-layak-amsp2-kn_ungkap-pekerjaan-bobrok-agar-di-bongkar-karena-tidak-sesuai-mutumasyarakat-tidak-puas/
Komentar Terbaru