Gaya Kepemimpinan Seorang Pemimpin

Menulis dokumen penting di meja kerja, kejar deadline, tampak stres dan lelah, ilustrasi yang menggambarkan tekanan dan kesibukan dalam pekerjaan kantor.
Menulis dokumen penting, stres di kantor, ilustrasi pekerja sibuk dan lelah, sesuai kata kunci dunia tulis untuk kebutuhan profesi dan produktivitas.

·          
Manajer menyampaikan berbagai peraturan yang berkaitan dengan tugas-tugas atau perintah, dan sebaliknya para bawahan diberikan kebebasan untuk memberikan pendapatnya.

·          
Pemimpin dengan gaya seperti ini juga dapat mendorong harmoni dan kerja sama antar bawahan.

e.      
Gaya kepemimpinan Birokratis:

Gaya kepemimipinan ini adalah gaya kepemimpinan yang mana kepatuhan pada prosedur kerja yang berlaku bagi pemimpin dan bawahan sangat ketat diikuti atau ditaati.

f.      
Gaya kepemimpinan Karismatis:

Kelebihannya adalah mampu menarik orang-orang, salah satunya, karena cara berbicaranya yang membangkitkan semangat. Biasanya pemimpin dengan gaya kepribadian visionaris ini mereka sangat menyenangi perubahan dan tantangan.

g.     
Gaya kepemimpinan Diplomatis:

Kelebihan gaya kepemimpinan diplomatis ini ada di penematan perspektifnya. Kepemimpinan ini bisa melihat dua sisi dengan jelas: apa yang menguntungkan dirinya, dan juga menguntungkan lawannya.

Umumnya mereka sangat sabar dan sanggup menerima tekanan.

h.     
Gaya kepemimpinan Moralis:

Kelebihan dari gaya kepemimpinan seperti ini adalah umumnya mereka hangat dan sopan kepada semua orang.

Mereka memeliki empati yang tinggi terhadap permasalahan para bawahannya, juga sabar, murah hati.

i.       
Gaya kepemimpinan Analitis:

Gaya kepemimpinan tipe ini biasanya pembuatan keputusan pada proses analisis, terutama analisis logika pada setiap informasi yang diperolehnya. Gaya kepemimpinan tipe ini berorientasi pada hasil dan menekankan pada rencana-rencana rinci serta berdimensi jangka panjang.

j.       
Gaya kepemimpinan Asertif:

Gaya kepemimpinan ini sifatnya lebih agresif dan mempunyai perhatian yang sangat besar pada pengendalian personal dibandingkan dengan gaya kepemimpinan lainnya. Pemimpin tipe asertif lebih terbuka dalam konflik dan kritik. Pengambilan keputusan muncul dari proses argumentasi dengan beberapa sudut pandang sehingga muncul kesimpulan yang memuaskan.

k.     
Gaya kepemimpinan Visioner:

Gaya kepemimpinan ini adalah pola kepemimpinan yang ditujukan untuk memberikan arti pada kerja dan usaha yang perlu dilakukan bersama-sama oleh para anggota dengan cara member arahan dan makna pada kerja dan usaha yang dilakukan berdasarkan visi yang jelas. Kepemimpinan visioner setidaknya memiliki empat kompetensi kunci sebagaimana dikemukakan oleh Burt Namus (1992), yaitu: a) seorang pemimpin visioner harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dengan manajer dan karyawan lainnya dalam organisasi. Hal ini membutuhkan pemimpin untuk menghasilkan “guidance, encouragement, and motivation”;

l.       
Gaya kepemimpinan Situasional:

Gaya kepemimpinan ini adalah gaya kepemimpinan seseorang yang bergaya berbeda-beda, tergantung dari tingkat kesiapan para pengikutnya. Efektifitas kepemimpinan bukan hanya soal pengaruh terhadap individu dan kelompok tetapi bergantung pula terhadap tugas, pekerjaan atau fungsi yang dibutuhkan secara keseluruhan. Gaya kepemimpinan situasional mencoba mengkombinasikan proses kepemimpinan dengan situasi dan kondisi yang ada.



 





[1]
Bagian ini disarikan dari berbagai sumber: Andrew Heywood “Politik edisi ke-4” diterjemahkan dari “Politics 4th edition” (Yogyakarta: Pustaka Pelajar 2013 hlm 538-537); www.kompasiana.com


Mungkin Anda juga menyukai

error: Content is protected !!