CAMPUR KODE YANG DIGUNAKAN MAHASISWA PBSI MELALUI MEDIA APLIKASI WHATSAPP: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK



Latar Belakang Masalah

Latar Belakang Masalah

Bahasa adalah sistem lambang bunyi ujaran yang digunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat pemakainya. Bahasa sangatlah penting sebagai alat komunikasi. Semua orang menyadari bahwa interaksi dan segala macam kegiatan dalam masyarakat akan lumpuh tanpa bahasa. Dengan adanya bahasa sebagai alat komunikasi, memungkinkan setiap orang untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan fisik dan lingkungan sosialnya.

Bila ditinjau kembali sejarah pertumbuhan bahasa sejak awal hingga sekarang, fungsi bahasa dapat diturunkan dari dasar dan motif pertumbuhan bahasa itu sendiri. Dasar dan motif pertumbuhan bahasa itu dalam garis besarnya dapat berupa: untuk menyatakan ekspresi diri, sebagai alat komunikasi, sebagai alat untuk mengadakan interaksi dan adaptasi sosial, dan sebagai alat untuk mengadakan kontrol sosial.

Secara umum bahasa dibagi dalam tiga bagian yaitu bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang digunakan dalam domain keindonesiaan atau domain yang sifatnya nasional, seperti dalam pembicaraan antarsuku, bahasa pengantar dalam pendidikan, dan dalam surat-menyurat dinas. Bahasa daerah adalah bahasa yang digunakan dalam domain kedaerahan, seperti upacara pernikahan, komunikasi antar penutur daerah, dan dalam percakapan keluarga daerah. Sedangkan bahasa asing adalah bahasa yang digunakan untuk komunikasi antarbangsa, atau untuk keperluan-keperluan tertentu yang menyangkut interlekutor orang asing. Ketiga bahasa tersebut digunakan masyarakat Indonesia untuk menyiasati berbagai variasi bahasa yang sangat majemuk dari masyarakat Indonesia yang multikultural.

Campur kode merupakan peristiwa komunikasi yang dijumpai pada masyarakat multikultural. Peristiwa ini terjadi karena pada masyarakat multikultural memiliki beragam bahasa. Keberagaman bahasa tersebut membuat seseorang menjadi bilingual atau multilingual, yaitu menguasai lebih dari satu bahasa sehingga dalam komunikasi, dua atau lebih bahasa yang dikuasai oleh penutur akan tercampur dalam suatu ujaran. Percampuran kedua bahasa atau lebih dalam sebuah proses komunikasi inilah yang dinamakan sebagai campur kode.

Peristiwa campur kode sering ditemukan dalam berbagai media yang tumbuh di masyarakat, seperti media sosial. Media sosial yang berkembang di masyarakat sangatlah beragam, seperti facebook, twitter, instagram, whatsapp dan masih banyak yang lainnya. Masyarakat mengguanakan media sosial dengan beragam tujuan, bisa untuk komunikasi, media berekspresi, media memperoleh ilmu pengetahuan, media berbisnis, dan media hiburan. Masyarakat multikultural akan memanfaatkan penguasaan multibahasa yang dimilikinya ketika menggunakan media sosial.

Dengan penggunaan internet yang sudah menjadi gaya hidup dewasa ini juga mempengaruhi variasi bahasa yang digunakan masyarakat pada saat mereka berkomunikasi di media sosial. Variasi bahasa ini juga terlihat pada para mahasiswa yang mencampur bahasa lain dengan bahasa utamanya. Misalnya, percakapan di media whatsapp yang dilakukan oleh para mahasiswa STKIP berikut: A: selamat pagi nawӧ?, B: selamat pagi göi nawӧ, A: Apa halöwömö pagi ini?, B: lagi tumataro aja kawan, ke kampus kamu pagi ini bha?, A: oh.. tidak kawan, dania saya ke kampus. Karena afökhö perutku. Contoh di atas menunjukkan campur kode berupa kata nawӧ, halöwömö, tumataro, dania, afökhö yang adalah kata yang berasal dari bahasa nias. Percakapan para mahasiswa PBSI stambuk 2015 di STKIP Nias Selatan yang menggunakan campur kode dalam media sosial whatsapp ini sesuatu yang berbeda dengan percakapan para mahasiswa di kampus lain. Hasil observasi ditemukan bahwa mahasiswa PBSI di STKIP Nias Selatan pada umumnya menggunakan dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Nias. Hal ini menandakan bagaimana percakapan yang dulunya hanya mengguakan satu bahasa tertentu tetapi sekarang sudah dicampur dengan satu atau beberapa bahasa lain. Bahkan, setiap mahasiswa yang terlibat dalam percakapan saling mengerti sehingga percakapan terlihat lancar.

Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti ingin melakukan penelitian tentang: “Campur Kode yang Digunakan Mahasiswa PBSI melalui Media Aplikasi Whatsapp: Kajian Sosiolinguistik”.

lanjutan… baca:Fokus, Manfaat, dan Tujuan Penelitian

Mungkin Anda juga menyukai

error: Content is protected !!