Dampak Politik yang Tidak Terlupakan (Seri 3)



New Page 3

Lanjutan… (Esai ini ditulis Oleh: Peringatan Zendrato)

Baca kembali seri 1 Dampak Politik yang Tidak Terlupakan (Seri 1)


Baca kembali seri 2 Dampak Politik yang Tidak Terlupakan (Seri 2)


Aksi Bela Agama Islam

Aksi bela agama Islam adalah aksi yang dilakukan oleh penganut agama islam demi mempertahankan keberadaan agama ini di tengah-tengah agama-agama lainnya ketika ada orang atau sekelompok orang melakukan penistaan, pencemaran nama baik agama, atau istilah yang sepadan lainnya. Berbagai cara yang dilakukan umat Islam demi membela agama yang mereka anut. Cara mereka bisa berupa pengajaran lewat tulisan dan lisan hingga turun melakukan aksi protes atau turun ke medan perang.

baca juga: Republik Konten

Aksi bela Agama Islam dalam menanggapi dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama pertama kali muncul pada 14 Oktober 2016. Selama kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok memanas, terbit lah buku berjudul “Usut tuntas dugaan korupsi Ahok (menuntut keadilan untuk rakyat)”. Buku yang ditulis oleh Marwan Batubara ini membela Agama Islam dengan mengungkapkan kriminalisasi yang dilakukan Ahok terhadap tokoh-tokoh GNPF MUI. Pada sisi lainnya, menyudutkan Ahok dengan mengungkap kasus-kasus korupsi yang melilit Ahok.

Buku usut tuntas kasus korupsi ahok karya marwan

Sumber: Aktual.com/

Kehadiran buku ini membuat media sosial, khususnya, menjadi tempat berunjuk rasa. Kelompok pembela Ahok sangat tidak suka dengan kehadiran buku ini. Mereka menganggap buku ini ditulis untuk menimbulkan rasa benci terhadap Ahok. Namun bagi penentang Ahok buku ini suatu cara membuka mata masyarakat Indonesia siapa Ahok sebenarnya. Adu pandangan antara dua pihak ini terjadi di dunia maya yakni media sosial seperti Facebook, Youtube, Instagram, Twiter. Bahkan di dunia nyata pun pertentangan pendapat ini terjadi.

Buku ini juga bertujuan agar ketenaran Ahok, yang selama ini banyak orang memandang, sebagai salah seorang pemimpin yang anti korupsi pelan-pelan menghilang. Dalam buku ini diuraikan beberapa kejanggalan-kejanggalan yang dilakukan Ahok semasa ke-pemimpinannya menjabat sebagai seorang Gubernur DKI Jakarta. Harapan para pembela agama islam agar masyarakat Indonesia tidak lagi menganggap Ahok sebagai pemimpin yang bersih dari korupsi. Dengan demikian Ahok dianggap layak ditentang karena termasuk pemimpin yang lalim.

Meskipun di awal aksi ini ada aksi kekerasan, namun pada jilid tiga sampai jilid tujuh aksi nirkekerasan tetap dipertahankan. Islam yang selama ini dikaitkan dengan kekerasan, pemboman, dan aksi anarkis sedikit terbantahkan ketika aksi kekerasan dalam kasus Ahok bisa diminimalisir. Nirkekerasan terjamin karena setiap orator mengeluarkan pernyataan kedamaiaan.

 Aksi Bela Ahok

Aksi bela Basuki Tjahja Purnama (Ahok) adalah aksi yang dilakukan oleh fans Ahok untuk meyakinkan Negara bahwa Ahok tidak bersalah. Ada banyak usaha yang dilakukan para fans Ahok untuk meyakikan Negara dan Masyarakat Indonesia bahwa Ahok tidak bermaksud menistai Agama Islam. Antara lain adalah para fans Ahok menulis dan menerbitkan buku-buku mengenai Ahok yang dalam buku itu menggambarkan Ahok yang mudah bergaul tanpa membedakan teman satu sama lain.

Sikap Ahok yang demikian juga menjadi bahan pertimbangan para hakim dalam mengadili kasus yang melilitnya. Pada akhir-akhir persidangan para hakim dan jaksa penuntut umum mencaritahu riwayat hidup Ahok untuk mencaritahu apakah dia mempunyai kebiasaan menindas, mengucilkan, atau menunjukkan sikap dan perilaku tidak toleran terhadap perbedaan suku, agama, ras. Kenihilan tindakan intoleransi yang dilakukan Ahok merupakan salah satu keberuntungan baginya sehingga tuntutan tidak terlalu berat. Meski tuntutan yang dijatuhkan kepadanya ini belum bisa diterima oleh para fansnya.


baca juga: Membunyikan data Produksi Sarjana dan Pengangguran di Kota Gunungsitoli

Selama persidangan juga Ahok bersikap kooperatif. Pembelaan ini sering digunakan kuasa hukumnya Ahok. Pembelaan ini juga sering digunakan oleh para fans Ahok. Sampai pada penjatuhan hukuman 2 tahun penjara Ahok selalu setia menjalani persidangan.

Spanduk, baliho, dan orasi yang disampaikan para fans Ahok juga bertujuan meyakinkan pemerintah bahwa Ahok tidaklah bersalah. Para fans Ahok menganggap kejadian yang menimpa Ahok adalah kriminalisasi yang dilakukan oleh para lawan politik. Pandangan mereka ini mereka tuangkan dengan membuat poster, umbul-umbul, atau spanduk agar menarik perhatian pemerintah. Para fans Ahok menginginkan putusan akhir hakim adalah mem-bebaskan Ahok.

Demonstran bela ahok

Sumber: kriminalitas.com

 Akhir dari perjuangan mereka adalah membawakan lima ribu bunga mawar pada saat sidang terakhir[1]. Arti dari lima ribu mawar ini sebagai ucapan terimakasih atas jerih lelah pak Ahok bersama pak Djarot selama mereka menjalankan tugas sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta dan sebegai tanda kesetiaan pembela Ahok. Mereka tidak mau kalah meski demonstran aksi bela agama islam lebih banyak jumlahnya dibanding mereka. Mereka terus berusaha mengimbangi tekanan ke proses peradilan.


 



[1]
Berita diperoleh  dari situs http://www.metrotvnews.com/

Mungkin Anda juga menyukai

error: Content is protected !!