Sanam Arlot sang Petani Milenial Ber-Jamur Tiram
oleh · Dipublikasikan · Di update


Selain tanaman porang, komoditas tanaman jamur tiram juga akhir-akhir ini telah menarik perhatian publik. Selain terdapat banyak kandungan zat dalam tanaman ini, tanaman yang bernama ilmiah Pleurotus ostreatus ini ternyata mudah sekali dibudidayakan. Bila untuk coba-coba atau pemula, media tanamnya hanya serbuk kayu yang halus, baglog, bibit jamur tiram, kumbung, termometer, dedak, pupuk kompos, kapur, serta air. Bagi pemula, penulis rasa bahan ini mudah disediakan.

Sumber foto:
https://ekonomi.bisnis.com/read/20190308/99/897459/cara-budidaya-jamur-tiram-nikmat-keuntungan-dengan-modal-secuil
Terobosan inilah yang dilakukan oleh Sanam Arlot, pemuda asal NTT yang lulus S1 dari jurusan Ilmu peternakan dan sekarang telah menjadi penggerak pemuda-pemudi untuk bertani. Pada awal memulai usaha budidaya jamur tiram, Arlot hanya memiliki modal Rp 500.000. Sekarang telah berlangganan dengan berbagai rumah makan dan swalayan bisa meraup keuntungan Rp 10 juta rupiah setiap kali panen.
Petani milenial berumur 25 tahun ini membuka usaha budidaya jamur tiram di rumah sendiri bertempat tidak jauh dari kawasan perkantoran Kabupaten Kupang. Meski ruangan kosong rumah yang terbilang sedikit, namun tidak menyurutkan semangat para pemuda yang degerakkan oleh Arlot untuk terus berusaha memiliki tempat yang cukup besar untuk keberlanjutan usaha mereka.
Arlot mengatakan budidaya jamur tiram harus sesuai langkah-langkah yang benar untuk hasil panen yang maksimal. Bila tidak, maka akan mengalami kerugian. Jamur tiram selama masa tanam juga harus dijaga kelembaban suhu ruangan dimana ditempatkan. Jamur yang kurang kelembaban udara akan mengalami ciri-ciri berwarna kuning. Bila sudah ada tanda-tanda seperti demikian, Arlot menyarankan agar segera dipisahkan dari tanaman jamur lain biar tidak terkontaminasi. Arlot mengatakan untuk suhu yang dia terapkan paling tinggi 34 derajat celsius.

Untuk diketahui, Arlot adalah salah seorang dari 2.000 duta petani milenial dan duta petani andalan. Pengukuhan ini merupakan program utama Kementerian Pertanian dalam mencetak 2,5 juta petani milenial. Arlot masuk dalam kategori Duta petani milenial yang masih berusia 25 tahun. Sedangkan para Duta Petani Andalan adalah mereka yang berusai 39 tahun ke atas.
Arlot menyadari permintaan pasar untuk jenis jamur tiram sangat tiggi. Dia dan beberapa pemuda lainnya akan terus mengembangkan usaha budidaya jamur tiram yang dia rintis itu untuk bisa menjadi satu-satunya pemasok komoditas ini. Untuk diketahui juga, pada tahun 2007 Indonesia masuk dalam lima besar negara eksportir jamur terbesar. Volume ekspornya mencapai 18.000 ton ke Jerman, Rusia, USA, dan Jepang. Di tahun 2019 mengalami kenaikan sebesar 6,5 persen dari tahun 2018 mengekspor 31 ribu ton.
Artikel diramu dari berbagai sumber:
[1] http://hortikultura.pertanian.go.id/?p=4755
[2]https://ekonomi.bisnis.com/read/20190308/99/897459/cara-budidaya-jamur-tiram-nikmat-keuntungan-dengan-modal-secuil
[3]Serta hasil wawancara melalui WhatsApp
Komentar Terbaru