Kerugian Bang Mark tak Sebanding
oleh · Dipublikasikan · Di update

Tadi pagi (jam 6.59) saya baca di halaman beranda pemilik platform terbanyak pengguna itu, Facebook, Mark Zukerberg mengatakan Facebook, Instagram, WhatsApp kembali aktif. Status yang ditanggapi 740 ribu pengguna facebook ini mengingatkan saya yang tadi malam tidur jam 10.44 malam. Biasanya tanpa sadar saya tertidur saja, seperti komputer yang sudah diprogramkan jam istirahatnya.
Ternyata kejadian error tiga platform besar ini, kata kompas.com, sekira jam 10.45 malam. Itu tandanya kejadian itu 1 menit sebelum tertidur. Seingat, saya hanya bangun jam 2.59 itu pun karena saya menunggu balasan chat dari seseorang. Sayangnya tidak sempat melihat apakah pesan saya sudah centang dua atau masih centang satu, padahal balasan chat saya tunggu sebelum saya tertidur.
Kata kompas.com kerugian si-Mark mencapai 121,6 miliar dolar AS, atau setara Rp 85,6 T, namun kata CNNIndonesia, kerugian si-Mark mencapai Rp 99 T. Sampai saat ini saya mencari-cari rincian kerugian si-Mark yang nilainya bisa untuk berlibur keliling dunia, namun saya tidak menemukan rincian itu. Semoga saja kompas dan cnnindonesia akan merilis berita rincian kerugian si-Mark, sang pemilik FB tersebut.
Setelah membaca status bang Mark, saya pun ikut terharu seperti merasakan kerugian itu. Saya menceritakan kejadian itu ke seluruh isi rumah. Saya menunjukkan status bang Mark itu ke bapak, dan mama. Ketika mereka membaca dengan kepala yang berdekatan, status yang hanya terdiri dari 20 kata itu seolah 16 halaman koran banyaknya kata-kata. Saya kira mereka mengerti sehingga lama membaca status itu. Ternyata mereka menggelengkan kepala sambil mengatakan “hadia niwa’o nia ya’o?” “(apa yang dikatakan orang ini?). Saya baru tahu kalau abang Mark lupa tulis statusnya dalam Bahasa Nias.
Awalnya saya berharap mereka ikut merasakan apa yang kami rasakan berdua (saya dan bang Mark), malah mereka memerintahkan untuk tidak menggunakan gadget lagi. Kalau saya menuruti keinginan mereka, maka saya akan merasa hidup di tahun 1993. Tahun di mana tidak saya temukan manusia yang sibuk sendiri dengan teknologi semacam ini.
Ini kerugian besar bila saya tidak menggunakan gadget semacam ini. Kalau saya hitung-hitung, kerugian bang Mark lebih sedikit dari kerugian yang saya alami bila tidak menggunakan barang yang di tahun 2002 masih ada orang merasa sebagai barang dari luar angkasa. Kerugian yang saya alami cukup banyak. Saya akan kehilangan pacar, selingkuhan, juga akan kehilangan pelanggan, dimana semua saya temukan dalam bayang-bayang.(NN)
Komentar Terbaru